Ramadhan, Engkau datang lagi..
Rasanya baru kemarin Engkau datang. Engkau ajak aku mendekati tuhanku, Allah.Dan aku memang suka. Rasanya seperti berteduh di kediaman ternyaman yang pernah aku singahi. MalamMu, seperti waku terindah yg belum pernah aku lewati. Di luar, hingar bingar adzan, alunan Quran dan teriakan anak2 menyebut namamu.. Allah Allah Allah..
Rasanya belum kenyang puasa ini kemarin, dan Engkau telah hampir memberiku Ramadhan lagi. Terima kasih ya Allah. Ketika Engkau memelukku di malam-malamMu, rasanya belum puas juga. Ya, kadang aku malu ketika Engkau memelukku, bacaan Quranku masih yang itu2 saja. Kemana selama setahun ini, kalau bacaanku tidak bertambah?
Ramadhan, sungguh aku rindu padamu
Jadikan aku seorang yang istiqamah
JAdikan hati ini penuh dengan kasih, sayang, halus, dan menjadi penyejuk bagi yang keras
Jadikan mulut ini menjadi yang mudah menyebut namaMU, ya Allah
Mata ini jernih, tidak tergoda dengan hiasan dunia lagi. MAta yang menjadi yg justru akan menyelamatkanku di hari akhir nanti.
Jadikan diri ini, seorang yang rendah hati, ringan menolong, dan teguh dengan iman kepadaMu.
Ramadhan, masih maukah Kau menyambut diri ini?
Masih mau menerima kekotoran diri ini?
Tuesday, September 11, 2007
Friday, September 7, 2007
Cinta itu Anugerah ..
Banyak orang menyangka ...
Cinta katanya itu harus diraih dengan perjuangan, pengorbanan, penuh darah (?), atau bahkan money, harta benda. Buat pengikut faham ini, maka ia harus mencari pacar, lantas pacaran ...Dosa dan debu mungkin menyertainya...Tapi, ternyata banyak setelah itu mereka bertengkar tiap hari, berteriak teriak histeris, dan bercerai...
Ternyata, mereka salah...
Cinta itu anugerah Allah, Sang pemilik cinta sejati. Ia anugerahkan cinta yang sebenarnya untuk dua manusia yang tanpa pacaran dan bersentuhan tapi ikhlas dan berpegang pada tali-Nya untuk menikah...Dua sejoli ini ternyata bahagia, penuh cinta, dan penuh sayang. Ya, karena ia telah diberi Cinta oleh Allah dnegan cinta yang sebenarnya. Cinta bukan nafsu dan bukan juga keinginan. Tapi adalah komitmen untuk meraih Cinta-Nya..
Ga Percaya? Cobain sendiri...saya merasakannya sekarang. Allah memberikan janji yang benar...
Cinta katanya itu harus diraih dengan perjuangan, pengorbanan, penuh darah (?), atau bahkan money, harta benda. Buat pengikut faham ini, maka ia harus mencari pacar, lantas pacaran ...Dosa dan debu mungkin menyertainya...Tapi, ternyata banyak setelah itu mereka bertengkar tiap hari, berteriak teriak histeris, dan bercerai...
Ternyata, mereka salah...
Cinta itu anugerah Allah, Sang pemilik cinta sejati. Ia anugerahkan cinta yang sebenarnya untuk dua manusia yang tanpa pacaran dan bersentuhan tapi ikhlas dan berpegang pada tali-Nya untuk menikah...Dua sejoli ini ternyata bahagia, penuh cinta, dan penuh sayang. Ya, karena ia telah diberi Cinta oleh Allah dnegan cinta yang sebenarnya. Cinta bukan nafsu dan bukan juga keinginan. Tapi adalah komitmen untuk meraih Cinta-Nya..
Ga Percaya? Cobain sendiri...saya merasakannya sekarang. Allah memberikan janji yang benar...
Friday, August 17, 2007
Doa haru biru ...
Kemarin, ada acara di kantor..Eh saya malah kebagian tugas jadi tukang baca doa. Ya, sudah karena tidak ada lagi jadi ustadz deh.
Yang bikin seneng plus sekaligus haru biru, abis acara banyak yang nangis..Katanya mereka jadi tersadar dan inget dosa-dosanya, ha2...
Padahal doanya cuma begini lho...(Ini doa saya rangkai sendiri dengan dasar doa sehari-hari yang biasa saya lantunkan kepada Allah)..
Assalamualaikum Wr Wb...
Hadirin,..
Sejenak, mari kita tundukan kepala, merendahkan hati kita. Mari kita tengadahkan tangan dengan menyebut asma Allah, mengikhlaskan hati dan fikiran untuk bermunajat kepada Allah SWT
Bismillah hirrahman nirrahim. Alhamdullilahirabbil alamin.
Hamdan Dzakirin hamdan yuwafi niamahu wa yukafi majidah.
Ya rabbana lakal hamdu kama yambagi li jalali wajhika wa adim sultonik.
Allahuma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad
Ya Allah ya Rahman Ya Rahim,
Pada sore hari ini, Kami keluarga besar PT Eksport Gumbal Gembol telah mengadakan acara serah terima jabatan dan pelantikan pemimpin cabang Jakarta.
Hanya kepada Mu-lah kami memohon Ridla-MU, agar acara ini menjadi berkah buat kami, memberi manfaat yang baik, dan merupakan langkah terbaik bagi kemajuan dan kejayaan Kami pada masa kini dan di masa yang akan datang.
Ya Rab Ya Gaffar
Ampunilah kami jika dalam melaksanakan tugas, kami masih melanggar aturanMu, tidak menghiraukan laranganMu. Kadang kami masih banyak bersenda gurau yang Engkau tidak sukai. Ampuni atas segala kehilafan dan kesalahan kami. Rabana Dholamna anfusana wa ilam tagfirlana wa tarhamna la kunana minal khasirin…
Ya Allah Ya, Khobir
Berikanlah selalu kepada kami petunjuk, terangi selalu hati kami dengan Nur-Mu, bimbinglah segala langkah kami dalam mengarungi hidup ini. Bukalah jalan hidup yang baik buat Kami, agar selamat di dunia dan di akhirat.
Yaa Allah! Berikanlah kami rizki akal dan kewaspadaan. Jauhkanlah kami dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untuk kami dari segala kebaikan yang Kau turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!
Ya Allah YA Malik,
Kami mohon, berikanlah selalu petunjuk kepada pemimpin pemimpin kami. Ringankan langkahnya, lapangkan jalannya sehingga dapat menjalankan segala tugas yang diembannya dan menjalankan segala amanah yang diberikan kepadanya.
Rab,
Kabulkan segala permohonan Kami ini.
Rabana hablana min ajwajina wa duriyatina Qurata A’yun waj ali mutaqina imama
Rabana athina fidunya hasanata wafil akhirartai wa kian adzabanar..
Subhana rabika rabul izati ama yasifun wasalam mun alal musrafil walhamdilillah hirabbil alamin.
Amin...
Yang bikin seneng plus sekaligus haru biru, abis acara banyak yang nangis..Katanya mereka jadi tersadar dan inget dosa-dosanya, ha2...
Padahal doanya cuma begini lho...(Ini doa saya rangkai sendiri dengan dasar doa sehari-hari yang biasa saya lantunkan kepada Allah)..
Assalamualaikum Wr Wb...
Hadirin,..
Sejenak, mari kita tundukan kepala, merendahkan hati kita. Mari kita tengadahkan tangan dengan menyebut asma Allah, mengikhlaskan hati dan fikiran untuk bermunajat kepada Allah SWT
Bismillah hirrahman nirrahim. Alhamdullilahirabbil alamin.
Hamdan Dzakirin hamdan yuwafi niamahu wa yukafi majidah.
Ya rabbana lakal hamdu kama yambagi li jalali wajhika wa adim sultonik.
Allahuma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad
Ya Allah ya Rahman Ya Rahim,
Pada sore hari ini, Kami keluarga besar PT Eksport Gumbal Gembol telah mengadakan acara serah terima jabatan dan pelantikan pemimpin cabang Jakarta.
Hanya kepada Mu-lah kami memohon Ridla-MU, agar acara ini menjadi berkah buat kami, memberi manfaat yang baik, dan merupakan langkah terbaik bagi kemajuan dan kejayaan Kami pada masa kini dan di masa yang akan datang.
Ya Rab Ya Gaffar
Ampunilah kami jika dalam melaksanakan tugas, kami masih melanggar aturanMu, tidak menghiraukan laranganMu. Kadang kami masih banyak bersenda gurau yang Engkau tidak sukai. Ampuni atas segala kehilafan dan kesalahan kami. Rabana Dholamna anfusana wa ilam tagfirlana wa tarhamna la kunana minal khasirin…
Ya Allah Ya, Khobir
Berikanlah selalu kepada kami petunjuk, terangi selalu hati kami dengan Nur-Mu, bimbinglah segala langkah kami dalam mengarungi hidup ini. Bukalah jalan hidup yang baik buat Kami, agar selamat di dunia dan di akhirat.
Yaa Allah! Berikanlah kami rizki akal dan kewaspadaan. Jauhkanlah kami dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untuk kami dari segala kebaikan yang Kau turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!
Ya Allah YA Malik,
Kami mohon, berikanlah selalu petunjuk kepada pemimpin pemimpin kami. Ringankan langkahnya, lapangkan jalannya sehingga dapat menjalankan segala tugas yang diembannya dan menjalankan segala amanah yang diberikan kepadanya.
Rab,
Kabulkan segala permohonan Kami ini.
Rabana hablana min ajwajina wa duriyatina Qurata A’yun waj ali mutaqina imama
Rabana athina fidunya hasanata wafil akhirartai wa kian adzabanar..
Subhana rabika rabul izati ama yasifun wasalam mun alal musrafil walhamdilillah hirabbil alamin.
Amin...
Monday, July 9, 2007
Ya Allah...
Kalo saja tidak ada Engkau, pasti aku sudah tak berarti lagi
Mungkin, kerjaku tak lagi bernilai, hariku sepi, malamku kelam saja
Atau, aku sudah ingin pergi tanpa tujuan
Rasanya, semua yang ada di dunia ini tidak ada yang indah
Manusia, ciptaanmu cuma berbisnis tak beretika, bersenda gurau tak berarti, tertawa terbahak seolah dunia ini akhir segalanya, berkorupsi seperti mau hidup selamanya, berkolusi seperti tak ada malaikatmu disampingnya, bernepostisme seperti tak ada manusia selain saudaranya..
Hanya pada malam-MU, aku merasa nyaman. Sepertiga malam-Mu seperti ruang yang maha luas, dimana aku merasa bisa memelukMU dan Engkaupun bisa memelukku..Sementara siang, aku begitu merasa jengah, panas..Kerakusan, keserakahan...
Dan Doa, sepertinya itu yang paling bisa keluarkan dari mulut ini. Sementara siang aku paling malas ketika harus bicara yang Engkau tidak sukai : Bunga, Margin, Denda, ah apalagi...Aku merasa mulut ini busuk, penuh sampah ,bau...
Telinga ini, ya Allah...Rindu sekali dengan Al Mathrud, Suddaish...Kapan, kalo siang telingaku bersih dari gosip, cibiran, hardikan, kebohongan...
Kadang, enak sekali jika seperti malam itu lebih panjang dari siang. Supaya kebaikan leih banyak dari keburukan. Supaya hati ini lebih bersih dengan dekat-MU. Biarin, jika semuanya gelap daripada siang dengan hati gelap.
Ya Rabb...
Jadikan aku seorang yang istiqomah dengan malam-Mu yang indah terus bersamaku.
Jadikan aku seorang penikmat sejati, kunjungan malam-MU..
Jadikan aku seorang perindu malam-MU..Biar saja, apa kata orang yang terus saja bergelimang mewah tapi miskin hati, biar saja orang kaya raya tapi miskin jiwa...
Ya Rabb...
Penuhi hati ini dengan Cinta-Mu...
Kalo saja tidak ada Engkau, pasti aku sudah tak berarti lagi
Mungkin, kerjaku tak lagi bernilai, hariku sepi, malamku kelam saja
Atau, aku sudah ingin pergi tanpa tujuan
Rasanya, semua yang ada di dunia ini tidak ada yang indah
Manusia, ciptaanmu cuma berbisnis tak beretika, bersenda gurau tak berarti, tertawa terbahak seolah dunia ini akhir segalanya, berkorupsi seperti mau hidup selamanya, berkolusi seperti tak ada malaikatmu disampingnya, bernepostisme seperti tak ada manusia selain saudaranya..
Hanya pada malam-MU, aku merasa nyaman. Sepertiga malam-Mu seperti ruang yang maha luas, dimana aku merasa bisa memelukMU dan Engkaupun bisa memelukku..Sementara siang, aku begitu merasa jengah, panas..Kerakusan, keserakahan...
Dan Doa, sepertinya itu yang paling bisa keluarkan dari mulut ini. Sementara siang aku paling malas ketika harus bicara yang Engkau tidak sukai : Bunga, Margin, Denda, ah apalagi...Aku merasa mulut ini busuk, penuh sampah ,bau...
Telinga ini, ya Allah...Rindu sekali dengan Al Mathrud, Suddaish...Kapan, kalo siang telingaku bersih dari gosip, cibiran, hardikan, kebohongan...
Kadang, enak sekali jika seperti malam itu lebih panjang dari siang. Supaya kebaikan leih banyak dari keburukan. Supaya hati ini lebih bersih dengan dekat-MU. Biarin, jika semuanya gelap daripada siang dengan hati gelap.
Ya Rabb...
Jadikan aku seorang yang istiqomah dengan malam-Mu yang indah terus bersamaku.
Jadikan aku seorang penikmat sejati, kunjungan malam-MU..
Jadikan aku seorang perindu malam-MU..Biar saja, apa kata orang yang terus saja bergelimang mewah tapi miskin hati, biar saja orang kaya raya tapi miskin jiwa...
Ya Rabb...
Penuhi hati ini dengan Cinta-Mu...
Thursday, June 28, 2007
Time ...
Katanya, usia menandakan kedewasaan,kematangan..mungkin kemapanan atau kepintaran.
Kalo mau mencari perbanding, contoh baik sudah ada diri Rasulullah, Muhammad SAW.
Sang nabi Allah ini, begitu hebat menginjakan tahun demi tahunnya..Masih di kandungan, sudah yatim.
Usia anak2, sang ibunda menyusul...12 tahun suah berdagang dengan sang paman, Abu Thalib..Usia 25 ia menikah dengan Khadijah, perempuan luar biasa di negeri Arab..Ya ia menikashi wanita yang kaya raya, anak seorang terhormat di kota Mekkah..
Empat puluh tahun ia jadi Rasul...Dan ia meninggal di usia 63 tahun dengan ISlam sedang berkibar..
Saya jadi malu sama Allah..Semuanya sepertinya saya berjalan tertatih. Saya merasa waktu2 dulu tidak maksimal saya gunakan. Hingga saat ini mungkin...
Mestinya saya sekarang sudah minimal hapal Al Quran 2juz...Sudah berhaji dan umrah, sudah berzakat
min 100juta per bulan...Atau sudah punya pabrikdengan karyawan 2000 orang, yang bisa menjadi tempat mencari nafkah banyka orang..atau sudah tidak perlu berangkat pagi pulang malam. Ya, mestinya saya bekerja untuk akhirat..Cukup setengah hari bekerja, sisanya berbakti pada -Mu ya Allah. Mencari ridla-Mu dengan berbagi harta dan waktu, perhatian dan kasih sayang...Mesinya saya sibuk dengan anak yatim piatu yang masih lapar dengan nasi, sibuk dengan kakek nenek yang sudah lupa pipis dimana, sibuk dengan menghitung berapa beras untuk bulan ini supaya ada 2000 anak yatim bisa makan dengan lahap, sibuk kesana kemari dengan HP di telinga bagaimana tetangga yang mau operasi tp tidak punya uang..Oh, rasanya ingin sekali melihat tidak ada tetangga yang menangis karena tidada uang..atau melihat begitu banyak mesjid penuh dengan anak dan banyak orang, dimana aku yg membangunnya..
Ya Allah,...beri saya kemudahan untuk itu..Beri saya kekutana mejadi yang terkuat buat si lemah..Beri saya kekayaan yang melimpah ruah untuk si miskin..seperti halnya Usamn bin Affan...Berri saya kecerdasan untuk memberi banyka sehingga tidak da lagi kebodohan bagi saudara kami...
Tapi, memang syeitan begitu pintar...Sungguh, begitu berat menjadi yang trebaik di mata Allah...
Waktu, memang seperti mata pisau...
Kalo mau mencari perbanding, contoh baik sudah ada diri Rasulullah, Muhammad SAW.
Sang nabi Allah ini, begitu hebat menginjakan tahun demi tahunnya..Masih di kandungan, sudah yatim.
Usia anak2, sang ibunda menyusul...12 tahun suah berdagang dengan sang paman, Abu Thalib..Usia 25 ia menikah dengan Khadijah, perempuan luar biasa di negeri Arab..Ya ia menikashi wanita yang kaya raya, anak seorang terhormat di kota Mekkah..
Empat puluh tahun ia jadi Rasul...Dan ia meninggal di usia 63 tahun dengan ISlam sedang berkibar..
Saya jadi malu sama Allah..Semuanya sepertinya saya berjalan tertatih. Saya merasa waktu2 dulu tidak maksimal saya gunakan. Hingga saat ini mungkin...
Mestinya saya sekarang sudah minimal hapal Al Quran 2juz...Sudah berhaji dan umrah, sudah berzakat
min 100juta per bulan...Atau sudah punya pabrikdengan karyawan 2000 orang, yang bisa menjadi tempat mencari nafkah banyka orang..atau sudah tidak perlu berangkat pagi pulang malam. Ya, mestinya saya bekerja untuk akhirat..Cukup setengah hari bekerja, sisanya berbakti pada -Mu ya Allah. Mencari ridla-Mu dengan berbagi harta dan waktu, perhatian dan kasih sayang...Mesinya saya sibuk dengan anak yatim piatu yang masih lapar dengan nasi, sibuk dengan kakek nenek yang sudah lupa pipis dimana, sibuk dengan menghitung berapa beras untuk bulan ini supaya ada 2000 anak yatim bisa makan dengan lahap, sibuk kesana kemari dengan HP di telinga bagaimana tetangga yang mau operasi tp tidak punya uang..Oh, rasanya ingin sekali melihat tidak ada tetangga yang menangis karena tidada uang..atau melihat begitu banyak mesjid penuh dengan anak dan banyak orang, dimana aku yg membangunnya..
Ya Allah,...beri saya kemudahan untuk itu..Beri saya kekutana mejadi yang terkuat buat si lemah..Beri saya kekayaan yang melimpah ruah untuk si miskin..seperti halnya Usamn bin Affan...Berri saya kecerdasan untuk memberi banyka sehingga tidak da lagi kebodohan bagi saudara kami...
Tapi, memang syeitan begitu pintar...Sungguh, begitu berat menjadi yang trebaik di mata Allah...
Waktu, memang seperti mata pisau...
Thursday, June 7, 2007
Korupsi Kecil-Kecilan
Suatu saat,..
Pernah ga ya, kita berfikir bahwa kita seorang koruptor?
Ha? koruptor? Yang maling BLBI itu kan? atau yang babat hutan Kalimantan itu? Atau yang suka mark up proyek2 pemerintah itu kan ?
Yeh...kalo itu mah jelas..Itu bukan koruptor lagi, tapi sudah jadi KORUPTOR bin KORUPTOR..
Kalo yang saya maksud, koruptor ga kerasa, ha2...(kok ada ya korupsi ga kerasa). Ya, jadi koruptor kecil2an gitu..
Coba fikir sejenak..
Ketika tiba di kantor terlambat 1 menit, pernahkah kita sadar bahwa kita telah mencuri waktu 1 menit pada perusahaan. Padahal kantor tidak mengkompensasinya dengan memotong gaji, atau uang makan secara proporsional untuk keterlambatan 1 menit itu. Bayangkan hari hari lain kita terlambat 15 menit, hari Senin telat 10 menit, Rabu 10 menit, habis Jumatan kita kembali lagi ke ruang kerja 1 jam ngaret. Di lain hari karena alasan macet pernah telat 2 jam. Sadarkah kalau dijumlah dalam 1 bulan kita mangkir jadi 8 jam, dan itu berarti 1 hari kerja. Oh..berarti kita tidak masuk kerja 1 hari..mencuri 1 hari kerja kan? Padahal gaji kita utuh..Lalu, apakah kita bersih dengan cara itu?
Disela waktu istirahat, pernahkah kita bertelepon ke rumah? sekedar say hello kepada istri atau suami. Atau malah bersayang2an dengan pacar? Atau malah berlepon yang tidak jelas lagi dengan layanan party line, 0809....Sadarkah, bahwa kita telah memakai yang bukan hak kita? Kita tidak pernah mengecek print-out pulsa kantor. Padahal malaikat punya print-out yang jelas tentang siapa2 yang memakai fasilitas telepon kantor lengkap dengan detail, berapa lama, nomor yang dituju, interlokal atau lokal...Sadarkah, bahwa semua itu akan dipertanggung jawabkan...
Coba ingat2 lagi. Coba resapi betapa kita pernah dan tiap hari menjadi koruptor..Pernah kan?
Pernah ga ya, kita berfikir bahwa kita seorang koruptor?
Ha? koruptor? Yang maling BLBI itu kan? atau yang babat hutan Kalimantan itu? Atau yang suka mark up proyek2 pemerintah itu kan ?
Yeh...kalo itu mah jelas..Itu bukan koruptor lagi, tapi sudah jadi KORUPTOR bin KORUPTOR..
Kalo yang saya maksud, koruptor ga kerasa, ha2...(kok ada ya korupsi ga kerasa). Ya, jadi koruptor kecil2an gitu..
Coba fikir sejenak..
Ketika tiba di kantor terlambat 1 menit, pernahkah kita sadar bahwa kita telah mencuri waktu 1 menit pada perusahaan. Padahal kantor tidak mengkompensasinya dengan memotong gaji, atau uang makan secara proporsional untuk keterlambatan 1 menit itu. Bayangkan hari hari lain kita terlambat 15 menit, hari Senin telat 10 menit, Rabu 10 menit, habis Jumatan kita kembali lagi ke ruang kerja 1 jam ngaret. Di lain hari karena alasan macet pernah telat 2 jam. Sadarkah kalau dijumlah dalam 1 bulan kita mangkir jadi 8 jam, dan itu berarti 1 hari kerja. Oh..berarti kita tidak masuk kerja 1 hari..mencuri 1 hari kerja kan? Padahal gaji kita utuh..Lalu, apakah kita bersih dengan cara itu?
Disela waktu istirahat, pernahkah kita bertelepon ke rumah? sekedar say hello kepada istri atau suami. Atau malah bersayang2an dengan pacar? Atau malah berlepon yang tidak jelas lagi dengan layanan party line, 0809....Sadarkah, bahwa kita telah memakai yang bukan hak kita? Kita tidak pernah mengecek print-out pulsa kantor. Padahal malaikat punya print-out yang jelas tentang siapa2 yang memakai fasilitas telepon kantor lengkap dengan detail, berapa lama, nomor yang dituju, interlokal atau lokal...Sadarkah, bahwa semua itu akan dipertanggung jawabkan...
Coba ingat2 lagi. Coba resapi betapa kita pernah dan tiap hari menjadi koruptor..Pernah kan?
Tuesday, February 27, 2007
Aku Jadi Abi..
Hari ini lain sekali..Hari yang penuh warna. Hari penuh banyak sketsa. Betapa meluapnya dada. Gembira,cemas,deg-degan,haru biru, bangga. Ada juga kesal. Ah, manusia..
Hei...Aku telah jadi seorang abi dari seorang putera! Bahagianya..Seorang bayi laki2 yang lucu telah lahir. Ya Allah, Engkau telah percayakan aku jadi seorang pemimpin keluarga yang lengkap. Habiburrahman Ahmad Zaki menjadi anggota keluargaku.
Haru biru hati ini menatap anak titipan Engkau, ya Allah. Kelucuan dan tangisan Abib menambah gejolak jiwa ini. Ya Allah, beri aku kemudahan untuk mendidiknya menjadi laki2 shaleh, menjadi teladan buat teman2nya, menjadi pelindung untuk kaum yang lemah, menjadikannya pemimpin yang adil kelak nanti, dan menjadi pemaham dan praktisi ilmu-Mu dari Quran dan Hadits.
Air mata hangat tak terasa meleleh di pipi ini. Ya Allah beri aku kekuatan untuk membawanya rizki yang halal, menolak segala yang haram masuk dalam tubuhnya. Aku hanya ingin Engkau memberinya makan dan minukan yang hala, yang mengalir dalam darahnya, menjadi daging dalam tubuhnya. Aku takut, ia akan protes di akhir zaman nanti bahwa aku menafkahi dari harta yang tidak Engkau sukai.
Betapa gembiranya aku memperhatikan seluruh anggota tubuhnya. Engkau berikan dengan lengkap ya Allah..Kepala, tangan, kaki, jemarinya, hidung, kedua mata. Tadinya, dan sepanjang menunggu operasi caesar, aku ini seorang yang pencemas. Bagaimana jika anakku tidak seperti yang lain? Ah, hati ini terus ini saja membayangkan yang tidak2. Mungkin aku malu nanti jika anakku tidak sesempurna anak yang lain..
Aku cium anakku, melantunkannya adzan di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri. Ya Allah Engkau berikan anakku sesuai dengan keinginanku. Laki2 yang sehat. Dan Lucu..
Alhamdulillah ya Allah...Semoga Kami diberi kekuatan untuk menjadikannya anak yang shaleh. Amin..
Hei...Aku telah jadi seorang abi dari seorang putera! Bahagianya..Seorang bayi laki2 yang lucu telah lahir. Ya Allah, Engkau telah percayakan aku jadi seorang pemimpin keluarga yang lengkap. Habiburrahman Ahmad Zaki menjadi anggota keluargaku.
Haru biru hati ini menatap anak titipan Engkau, ya Allah. Kelucuan dan tangisan Abib menambah gejolak jiwa ini. Ya Allah, beri aku kemudahan untuk mendidiknya menjadi laki2 shaleh, menjadi teladan buat teman2nya, menjadi pelindung untuk kaum yang lemah, menjadikannya pemimpin yang adil kelak nanti, dan menjadi pemaham dan praktisi ilmu-Mu dari Quran dan Hadits.
Air mata hangat tak terasa meleleh di pipi ini. Ya Allah beri aku kekuatan untuk membawanya rizki yang halal, menolak segala yang haram masuk dalam tubuhnya. Aku hanya ingin Engkau memberinya makan dan minukan yang hala, yang mengalir dalam darahnya, menjadi daging dalam tubuhnya. Aku takut, ia akan protes di akhir zaman nanti bahwa aku menafkahi dari harta yang tidak Engkau sukai.
Betapa gembiranya aku memperhatikan seluruh anggota tubuhnya. Engkau berikan dengan lengkap ya Allah..Kepala, tangan, kaki, jemarinya, hidung, kedua mata. Tadinya, dan sepanjang menunggu operasi caesar, aku ini seorang yang pencemas. Bagaimana jika anakku tidak seperti yang lain? Ah, hati ini terus ini saja membayangkan yang tidak2. Mungkin aku malu nanti jika anakku tidak sesempurna anak yang lain..
Aku cium anakku, melantunkannya adzan di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri. Ya Allah Engkau berikan anakku sesuai dengan keinginanku. Laki2 yang sehat. Dan Lucu..
Alhamdulillah ya Allah...Semoga Kami diberi kekuatan untuk menjadikannya anak yang shaleh. Amin..
Subscribe to:
Posts (Atom)

